1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan
Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan.. Mempunyai huruf awal yaitu S dan bila diumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh.
Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Terurut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlah dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.
Tidak sampai disitu, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S.
Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).
Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada diantara Empat dan Enam (pembenaran lagi).
Sedangkan angka Lima huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).
Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.
Ternyata, tidak pake matematika. Cukup ditulis saja dikertas kosong kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat maka kamu bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama. Tulis huruf T besar di kertas pake font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Tada…. Kamu pasti bisa lihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung. (pembenaran yang juga dipakasakan sekali).
Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Lalu bagaimana dengan di Malaysia yang juga memakai bahasa yang sama? Ternyata di Malaysia angka 8 tidak disebut sebagai Delapan tapi Lapan. Jadi pola ini hanya milik Indonesia. Jangan sampai diklaim juga sama mereka.
Rabu, 01 Juli 2009
Jumat, 19 Juni 2009
permainan ego
Bentar lagi SNMPTN, penentuan masa depan,demi hari esok yg cerah dengan cita2 luhur demi hari yang gemilang,,he... lebbhay...
Label:
kematian dunia
Minggu, 14 Juni 2009
Lulusssss
lulussss....
gak tw mo bwt apa,,, gak jelas...
yang penting gw lulus pada tahap pertama ambang masa depan....
blom boleh seneng...
PTN blom ditangan..
HIks....
gak tw mo bwt apa,,, gak jelas...
yang penting gw lulus pada tahap pertama ambang masa depan....
blom boleh seneng...
PTN blom ditangan..
HIks....
Selasa, 03 Februari 2009
gini nih, orang amatiran bwt blog...
gak tau mo ngapain.....
lagian juga lagi sibuk mo menuju penentuan hidup dan mati ibarat ditiang gantungan
risau
risih
heran
dan bingung
doa menyelamatkanku
dari kematian dunia
gak tau mo ngapain.....
lagian juga lagi sibuk mo menuju penentuan hidup dan mati ibarat ditiang gantungan
risau
risih
heran
dan bingung
doa menyelamatkanku
dari kematian dunia
Label:
kematian dunia
Senin, 15 September 2008
hey zi
haaaa
paten kan
kalo mau posting/tampilkan klik (mempublikasikan posting)
ok
ko abang bulih han manulis blog abang
masak di dapur -> khusus lirik musik
paten kan
kalo mau posting/tampilkan klik (mempublikasikan posting)
ok
ko abang bulih han manulis blog abang
masak di dapur -> khusus lirik musik
Label:
dari abang
Minggu, 14 September 2008
Langganan:
Postingan (Atom)

